Gelar Pelatihan SPAB, Sinergi BBPMP Jatim-BPBD Perkuat Resiliensi Sekolah di Pacitan

Artikel-Mu 03 Jul 2026 09:35 3 min read 15 views By Bambang Setyo Utomo

Share berita ini

Gelar Pelatihan SPAB, Sinergi BBPMP Jatim-BPBD Perkuat Resiliensi Sekolah di Pacitan
BBPMP Jatim, BPBD, & Dispendik Pacitan gelar SPAB 2026 demi perkuat mitigasi & resiliensi 9 ancaman bencana di seluruh jenjang sekolah.

Pacitan - Kabupaten Pacitan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi di Jawa Timur. Guna meminimalisir dampak risiko tersebut di lingkungan sekolah, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur menggelar program Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim, BPBD Pacitan, serta Sekber SPAB. Pelatihan digelar secara hybrid, diawali dengan sesi daring pada 17 Juni 2026, lalu dilanjutkan dengan sesi luring selama satu hari penuh pada 30 Juni 2026.

Pacitan Punya 9 Potensi Ancaman Bencana

Pentingnya kolaborasi dalam mitigasi bencana ini ditegaskan oleh perwakilan BPBD Pacitan, M. Arif Setyadi. Menurutnya, wilayah Pacitan memiliki karakteristik geografis yang menuntut kesiapsiagaan ekstra sejak dini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BBPMP Jawa Timur yang telah melaksanakan pendampingan SPAB. Pacitan punya 9 potensi ancaman bencana sehingga kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk resiliensi bencana di masyarakat, dalam hal ini satuan pendidikan," ujar M. Arif Setyadi.

Senada dengan BPBD, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Dr. Ririh Enggar Murwati, S.P., M.Pd, menyambut baik langkah taktis ini. Pihaknya bahkan sudah menyiapkan rencana jangka panjang agar seluruh sekolah di Pacitan melek mitigasi bencana.

"Kami menyambut baik kegiatan BBPMP yang bekerja sama dengan IGI Jatim dan BPBD Pacitan dalam pendampingan program SPAB di Pacitan. Semoga hal ini akan meningkatkan kapasitas sekolah dalam rangka pengurangan risiko bencana," kata Ririh.

Ke depan, Dinas Pendidikan Pacitan menargetkan program ini tidak berhenti di sini saja. "Kami berencana melanjutkan program ini ke seluruh sekolah di seluruh jenjang dan melakukan pelatihan secara berkala. Harapannya, sekolah mempunyai dokumen SPAB dan mampu secara mandiri melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana di satuan pendidikan," imbuhnya.

Menanamkan Budaya Aman Bencana Sejak Usia Dini

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali materi oleh dua Fasilitator Nasional, yaitu Endang Mulyani Putro, M.Pd dan Bambang Setyo Utomo, S.Pd., M.M.B., serta materi teknis kebencanaan dari M. Arif Setyadi (BPBD Pacitan).

Salah satu peserta, Tatik Kareni, S.Pd., Aud., mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka matanya akan pentingnya mengenalkan mitigasi bencana—khususnya gempa bumi—kepada anak-anak usia dini melalui metode yang adaptif.

"Saya memahami bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya gempa bumi, perlu ditanamkan sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan, pembiasaan, dan simulasi secara berkala," ungkap Tatik.

Melalui pelatihan ini, Tatik mengaku mendapatkan pengalaman langsung dalam menyusun dokumen SPAB, membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi, hingga memetakan jalur evakuasi yang ramah anak.

"Ke depan, saya berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di TK Negeri Pembina Kecamatan Ngadirojo melalui pembentukan Pokja SPAB, penyusunan dokumen pendukung, pelaksanaan simulasi gempa secara berkala, serta melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat," tegasnya.

Target dan Output Kegiatan SPAB 2026

Kegiatan Pendampingan SPAB Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 ini memiliki target dan output yang jelas untuk diterapkan di sekolah, di antaranya:

  • Tujuan & Hasil: Mensosialisasikan konsep implementasi SPAB dan menyusun rencana kegiatan SPAB di satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SLB.

  • Output Nyata: Peserta memahami penuh kebijakan dan mekanisme SPAB, tersusunnya dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) implementasi di masing-masing sekolah, serta tersusunnya jadwal pelaksanaan kegiatan SPAB secara berkala di satuan pendidikan.

Dengan output tersebut, diharapkan seluruh elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, komite, hingga orang tua murid dapat berkolaborasi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi bencana.

(elp)

Cokro15
Chat with us on WhatsApp