Kegiatan Jemaah Haji Pacitan di Tanah Suci, Sebuah Rekaan Itinerary

Dakwah-Mu 25 Apr 2026 21:51 5 min read 7 views By Ambyah

Share berita ini

Kegiatan Jemaah Haji Pacitan di Tanah Suci, Sebuah Rekaan Itinerary
Itinerary jemaah haji gelombang pertama tahun 2026 fokus pada rute Madinah-Makkah, dimulai dengan pendaratan di Bandara AMAA, Madinah. Jemaah akan menetap di Madinah selama 8-9 hari untuk ibadah Arbain (salat 40 waktu) dan ziarah, kemudian menuju Makkah untuk umrah wajib dengan miqat di Bir Ali, menetap di Makkah, puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), lalu pulang melalui Jeddah.

Berikut adalah rekaan itenirary saudara-saudara dari Pacitan yang akan melaksanakan haji di Tanah Suci. 

Rekaan intenirary didasarkan pada Rencana Perjalanan Haji dari Kementerian Haji dan Umrah RI juga Jadwal Kloter dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur. 

 

Tanggal 29 April – 7 Mei 2026, selama di Madinah.

1.

Shalat arbain yakni shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi, ini dilakukan secara mandiri oleh jemaah secara berkelompok. Sesuai jadwal tiba di Bandara Medinah 03.50 WAS, dimungkinkan tidak cukup waktu mengejar shalat subuh berjamaah di Masjid Nabawi karena proses kedatangan di bandara, maka shalat duhur masuk hitungan shalat ke-satu dari bagian shalat arbain.

2.

Melaksanakan city tour secara mandiri atau dikoordinir oleh Petugas Kloter. Destinasi yang dikunjungi antara lain Masjid Quba, Masjid Kiblatain, Jabal Uhud, Baqi’, kebun kurma dan lainnya.

3.

Dikoordinir oleh Petugas Kloter, masuk dan ziarah ke Raudhah.  Raudhah adalah area istimewa di dalam Masjid Nabawi, yang terletak di antara Rumah Rasulullah SAW dan mimbar beliau, sering disebut sebagai "Taman Surga".

4.

Setelah genap 40 waktu shalat berjamaah di Masjid Nabawi, jemaah bertolak dengan bis ke kota Mekah dengan memakai kain ihram, memulai prosesi ibadah umrah sebagai rangkaian ibadah haji. Miqat yang digunakan adalah Masjid Bir Ali (Masjid Dzulhulaifah) berjarak + 8 km dari Madinah.

 

 

Tanggal 7 Mei  - 24 Mei 2025 (8 Dzulhijjah 1447 H) di Mekah

1.

Jemaah tiba di hotel kota Mekah kemudian melaksanakan wajib dan rukun ibadah umrah sesuai arahan dan panduan Petugas Kloter.

2.

Jemaah secara mandiri atau berkelompok shalat berjamaah ke Masjidil Haram atau thawaf sunnah dengan naik bis yang disediakan selama 24 jam. Sesuai arahan Petugas Kloter.

3.

Bagi jemaah yang tidak shalat jamaah ke Masjidil Haram, shalat jamaah di hotel. Jemaah yang shalat di hotel tetap mendapatkan keutamaan pahala yang besar, karena keutamaan 100.000 kali lipat tersebut berlaku di seluruh Tanah Haram Makkah, bukan hanya di dalam bangunan masjid.

4.

Ziarah/city tour ke area Arafah, Muzdhalifah, jamarat dan Mina atau tempat lain, bisa mandiri atau dikoordinir oleh Petugas Kloter.

 

Tanggal 25 -26 Mei 2025 (8 -9  Dzulhijjah 1447 H) di Arafah

1.

Tanggal 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 H), secara bergelombang dengan bis jemaah diberangkatkan ke Arafah, berpakaian ihram – menginap semalam.

Namun ada pula jemaah melaksanakan tarwiyah di Mina. Syarat dan ketentuan berlaku bagi jemaah yang tarwiyah sesuai dengan petunjuk Petugas Kloter.

2.

Pelaksanaan kegiatan ibadah di Arafah sebelum wukuf, diatur oleh Petugas Kloter.

3.

26 Mei 2025 (9  Dzulhijjah 1447 H), pelaksanaan Wukuf. Jemaah berdoa, dan berdzikir mulai dari tergelincir matahari (usai dhuhur) hingga terbenam (maghrib).

Tanpa wukuf, ibadah haji tidak sah.

4.

Bakda maghrib secara bergelombang jemaah diberangkatkan ke Muzdhalifah atau Mina langsung (murur), sesuai arahan dan petunjuk Petugas Kloter.

5.

Jemaah sholat jamak ta’khir (maghrib – isya’) mabit di Muzdhalifah sekalian mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah, jemaah lewat tengah malam dengan bis diberangkatkan ke Mina.

6.

Jemaah dengan kriteria tertentu (lanjut usia, risiko tinggi, dan disabilitas menggunakan skema mururMurur adalah melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus setelah wukuf di Arafah.

 

 

Tanggal 27 – 29/30 Mei 2026 (10 – 12/13 Dzulhijjah 1447 H) di Mina

1.

Tanggal 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H) setibanya di tenda Mina dengan dikoordinir Petugas Kloter jemaah melaksanakan lempar jumrah Aqobah, kemudian melakukan tahallul awal (minimal memotong 3 helai rambut) sesampai di tenda Mina, pakaian kain ihram diganti pakaian biasa.

Jemaah yang ingin tanazul – kembali ke hotel atau ke Masjidil Haram untuk tawaf ifadhah – koordinasi dan konsultasi dengan Petugas Kloter.

2.

Tanggal 28 – 29/30 Mei 2026 (11 – 12/13 Dzulhijjah 1447 H) dari tenda Mina jemaah ke jamarat untuk lempar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah.

Ingat, jemaah yang tanazul bukan berarti meninggalkan lempar jumrah, melainkan mengubah lokasi mabit dari tenda di Mina ke hotel di Makkah untuk mengurai kepadatan.

3.

Bagi jemaah yang mabit di Mina, usai lempat jumrah tanggal 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 H) bisa nafar awal yakni, meninggalkan Mina menuju hotel di Mekah atau, nafar tsani, tetap mabit di Mina sampai 30  Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 H) dan melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah kembali.

Pilihan nafar awal dan nafar tsani, sesuai dengan arahan dan petunjuk Petugas Kloter.

 

 

Tanggal 29/30 Mei – 6 Juni 2026 (10 – 13 Dzulhijjah 1447 H) di Mekah dan Jedah

1.

Sesampainya di hotel Mekah (29/30 Mei 2026) melaksanakan rangkaian ibadah haji, yakni thawaf ifadhah, sa’i dan tahallul, sesuai petunjuk Petugas Kloter. Bisa dilakukan sendiri atau berkelompok.

2.

Shalat ke Masjidil Haram, thawaf sunnah, atau kegiatan ibadah lainnya.

3.

Persiapan kembali ke tanah air.

4.

Tawaf wada’. Hukum tawaf wada' adalah wajib bagi jemaah haji yang akan meninggalkan Makkah, berdasarkan perintah Nabi SAW untuk menjadikan tawaf sebagai aktivitas terakhir. Pelaksanaan tawaf wada’ sesuai arahan Petugas Kloter.

5.

Tanggal 6 Juni 2026 pukul 10.15 WAS melalui Bandara Jeddah kembali ke tanah air dan mendarat di Surabaya tanggal 7 Juni 2026 pukul 03.35 WIB.

 

 

Semoga seluruh jemaah haji yang ada di tanah suci berikan kesehatan, kekuatan sehingga dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Semoga kita di tanah air diberikan kemudahan untuk melaksanakan ziarah di Madinah dan melaksanakan haji/umrah di Mekah. Aamiin.

[Ambyah]

 

 

 

 

 

 

 

Disclaimer, tulisan rekaan intenirary didasarkan pada  Keputusan Kementerian Haji dan Umrah RI dan Jadwal Kloter Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur. Dimungkinkan tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak berwenang dan Petugas Kloter.

Rekaan itenirary dilakukan oleh Agus Hadi Prabowo (Konsultan Haji dan Umrah) dengan beberapa Jemaah Haji Kloter SUB-25 Tahun 2026 M/1447 H.

 

Cokro15
Chat with us on WhatsApp