Cetak Generasi ‘Berotak London, Berhati Masjidil Haram’, Ratusan Siswa Tegalombo Ikuti Wisuda Tahfidz Perdana

Artikel-Mu 25 May 2026 13:59 2 min read 132 views By Bambang Setyo Utomo

Share berita ini

Cetak Generasi ‘Berotak London, Berhati Masjidil Haram’, Ratusan Siswa Tegalombo Ikuti Wisuda Tahfidz Perdana
Sebanyak ratusan siswa mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz 1 Kecamatan Tegalombo di Kantor Kecamatan Tegalombo pada Senin (25/5), sebuah acara hasil kolaborasi besar lintas sektor pendidikan yang bertujuan melahirkan generasi "Berotak London, Berhati Masjidil Haram." Melalui tahapan ujian (munaqasyah) yang ketat, program hafalan Juz 30 ini diharapkan mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual siswa, sekaligus menjadi benteng moral yang efektif dalam menangkal dampak negatif degradasi moral serta kecanduan gadget di era digital.


Foto: Camat Tegalombo Edy Wasana, SE. menyerahkan piagam tahfidz kepada peserta.


TEGALOMBO
– Sebanyak puluhan siswa di Kecamatan Tegalombo resmi menyandang gelar wisudawan tahfidz. Momen sakral ini dikemas dalam gelaran Wisuda Tahfidz 1 Kecamatan Tegalombo yang berlangsung khidmat di pendapa Kantor Kecamatan Tegalombo, Senin (25/5).

Acara yang menjadi tonggak sejarah syiar Al-Qur'an di tingkat kecamatan ini lahir dari kolaborasi besar dunia pendidikan Tegalombo. Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) bertindak sebagai pelaksana inti, disokong penuh oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) sebagai pembina. Sinergi ini kian solid berkat kerja sama lintas sektoral antara Korwil Pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, hingga pengawas TK setempat.

Ketua Penyelenggara, Muhammad Zain Hanafi, S.Pd., menegaskan bahwa wisuda ini bukan sekadar prosesi seremonial tahunan untuk gagah-gagahan. Melainkan sebuah bentuk uji kompetensi yang nyata. Sebelum dinyatakan lulus dan berhak memakai surban sebagai tanda telah diwisuda, para peserta harus melewati tahapan munaqasyah (ujian hafalan) yang ketat guna memastikan kualitas hafalan mereka benar-benar mutqin (lancar dan benar) sesuai kaidah tajwid.

"Tantangan zaman sekarang luar biasa berat. Melalui program tahfidz yang terintegrasi ini, kita ingin anak-anak tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tapi punya benteng moral yang kokoh. Istilahnya, kita mencetak generasi yang 'Berotak London, Berhati Masjidil Haram'—berwawasan global namun tetap teguh memegang nilai agama,"

— Muhammad Zain Hanafi, S.Pd., Ketua Penyelenggara

Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pemerintahan kecamatan. Camat Tegalombo, Edy Wasana, SE., yang hadir langsung dalam prosesi wisuda mengaku bangga dengan antusiasme para siswa dan wali murid. Menurutnya, program ini menjadi jawaban konkret atas kekhawatiran para orang tua di era digital terkait ancaman degradasi moral dan ketergantungan anak pada gadget.

"Pemerintah kecamatan sangat mendukung penuh kegiatan mulia ini. Ini adalah investasi akhirat sekaligus investasi masa depan Tegalombo. Kita tidak hanya butuh generasi yang pintar sains atau matematika, tapi juga yang sholeh, berakhlak mulia, dan dekat dengan Al-Qur'an. Anak-anak inilah yang nantinya akan membawa keberkahan dan kedamaian di wilayah kita,"

— Edy Wasana, SE., Camat Tegalombo

Acara yang berlangsung sejak pagi tersebut menyedot perhatian dan haru dari para wali murid yang hadir. Wisuda Tahfidz 1 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Tegalombo untuk terus menyeimbangkan antara kemampuan akademik (IQ) dengan kecerdasan spiritual (SQ) demi melahirkan generasi rabbani yang siap menghadapi tantangan zaman. (BSU)

Cokro15
Chat with us on WhatsApp