Masjid Quba, Masjid yang Kubahnya Berlubang
Ketika jemaah haji atau umrah di Madinah, bisa dipastikan ada agenda ke Masjid Quba karena destinasi ibadah ini yang paling dirindukan jemaah saat berkunjung ke Madinah tentu saja selain Masjid Nabawi.
Masjid Quba ini memiliki sejarah panjang yang langsung hari-hari pertama perjalanan dakwah Rasulullah tiba di Madinah setelah hijrah dari Makkah.
Masjid Quba dibangun pada awal kedatangan Rasulullah di Madinah. Ketika tiba di wilayah Quba, beliau menetap selama beberapa hari dan memulai pembangunan masjid ini bersama para sahabat dan sekaligus sebagai tempat tinggal. Masjid Quba pun menjadi masjid pertama dalam sejarah perkembangan dakwah Islam.
Begitu penting dan istimewanya masjid Quba ini disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, melalui Surah At-Taubah ayat 108. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menggambarkan Masjid Quba sebagai masjid yang berdiri atas dasar ketakwaan sejak hari pertama, yakni sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki masjid lain pada masa itu.
Pendirian Masjid Quba juga menjadi simbol syukur dan keteguhan iman Rasulullah serta sahabat kaum Muhajirin setelah perjalanan panjang meninggalkan Mekkah demi keselamatan dan kelangsungan dakwah Islam, dan juga keikhlasan dari kaum Anshar.
Meskipun pada awalnya dibangun dengan struktur yang sederhana, Masjid Quba memiliki karakter khas yang membuatnya berbeda.
Salah satu ciri awal Masjid Quba adalah pelatarannya yang dikelilingi taman dan pohon kurma rimbun, menciptakan suasana sejuk dan teduh.
Setelah berulang kali dilakukan renovasi ada potongan sejarah yang tetap diperhatikan, yakni adanya lubang kecil pada kubah utama Masjid Quba.
Jika jemaah jeli akan melihat lubang di kubah utama Masjid Quba. Banyak jemaah (pria) yang sengaja mendirikan solat di kawasan yang berada di antara dua lubang ini, bahkan harus antri. Karena di tempat itulah dipercaya Rasulullah Muhammad SAW pernah shalat dan berdoa.
Sekarang, seiring dengan Visi 2030 Arab Saudi, lingkungan sekitar Masjid Quba telah bertransformasi menjadi area modern dan megah dengan tambahan fasilitas payung-payung besar, serta penataan taman yang indah.
Namun demikian, keistimewaan terbesar Masjid Quba adalah keutamaan ibadah di dalamnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba dan melaksanakan shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah.”
Hadits ini menjelaskan bahwa shalat di Masjid Quba bukan sekadar ibadah biasa, biarpun shalat dua rakaat, memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan disamakan dengan pahala ibadah umrah.
Inilah salah satu alasan yang membuat jemaah dari berbagai negara selalu meluangkan waktu untuk berkunjung dan melaksanakan shalat di Masjid Quba ketika berada di Madinah., di bagian manapun di dalam masjid.
Berkunjung ke Masjid Quba dan juga ke sejumlah destinasi lain bagi Jemaah Haji, adalah fasilitas ziarah kota (city tour) gratis sebagai bagian pelayanan kepada seluruh jemaah haji.
Namun jika ada jemaah haji secara mandiri ingin berkunjung ke Masjid Quba (juga destinasi lain), disarankan konsultasi dan koordinasi dengan Petugas Kloter.
Cara termudah dan populer ke Masjid Quba dari Masjid Nabawi adalah : menggunakan Buggy Car/Golf Car (10-15 SAR sekali jalan) tersedia di dekat Pintu 310 (Masjid Gomamah), Taxi/Online (Uber/Careem).
Atau berjalan kaki melalui jalur khusus pejalan kaki (Quba Walk) via pintu 309 atau Pintu 310 (di dekat Masjid Ghamamah). Dari titik ini, Anda akan menemukan Quba Walkway (jalur pedestrian) yang langsung menghubungkan kedua masjid tersebut dengan jarak sekitar 4 km.
Ada juga Bus wisata keliling Kota Madinah (Madinah City Sightseeing) adalah layanan bus tingkat hop-on hop-off yang melintasi situs sejarah utama. Dengan harga sekitar 80 SAR, penumpang dapat menjelajahi Masjid Nabawi, Masjid Quba, Jabal Uhud, dan pemakaman Al-Baqi dalam durasi 24 jam dengan panduan audio.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesempatan untuk berziarah serta merasakan langsung beribadah di Masjid Nabawi dan Masjid Quba suatu hari nanti dan melaksanakan umrah/haji di kota Makkah.
[Ambyah]
Foto : Akim AlFilfilani - 19 November 2024
·
Related Articles