Diberangkatkan, Jemaah Haji Gelombang 2

Dakwah-Mu 07 May 2026 13:15 6 min read 32 views By Ambyah

Share berita ini

Diberangkatkan, Jemaah Haji Gelombang 2
Sesuai dengan SK Menteri Haji dan Umrah RI tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi, bahwa pada hari ini Kamis tanggal 7 Mei 20...

Sesuai dengan SK Menteri Haji dan Umrah RI tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi, bahwa pada hari ini Kamis tanggal 7 Mei 2026 adalah awal keberangkatan Jemaah Haji Gelombang 2 dari Tanah Air ke Jeddah Arab Saudi.

 

Dalam penyelenggaraan ibadah haji dikenal dengan Jemaah Haji Gelombang 1 dan Jemaah Haji Gelombang 2 dari sisi keberangkatan dari Tanah Air.

 

Jemaah Haji Gelombang 1 diberangkatkan dari Tanah Air ke Madinah tanggal : 22 April 2026 sampai 6 Mei 2026.

 

Jemaah Haji Gelombang 2 diberangkatkan dari Tanah Air ke Jeddah tanggal 7 Mei 2026 sampai dengan tanggal 21 Mei 2026.

 

Dalam ibadah haji terdapat beberapa alternatif pelaksanaannya, satu di antaranya masalah masalah miqat makani (tempat memulai pakai pakaian ihram untuk ibadah haji/umrah).

 

Untuk Jemaah Haji Gelombang 1 menggunakan Masjid Bir Ali (Dzulhulaifah) sebagai miqat makani karena dari arah Madinah, dan miqat di sini tidak ada perselisihan pendapat.

 

Untuk Jemaah Haji Gelombang 2 menggunakan lokasi Ya Lamlam sebagai miqat makaninya, namun dalam perkembangan ijtihat fiqih ada pendapat lain, sebagaimana dalam tabel sederhana berikut ini :

Miqat Jemaah Haji Gelombang 2

Lokasi Miqat

Dasar

Keterangan

Ya Lamlam

(Bukit di daerah As-Sa'diyyah, sekitar 92-125 km dari Mekah).

 

Hadits Nabi Muhammad SAW, sebagaimana penjelasan dalam Fiqih Haji.

Ya Lamlam adalah miqat makani (tempat memulai niat ihram) bagi penduduk Yaman dan jemaah haji/umrah yang datang dari arah timur Mekah, termasuk Indonesia, Malaysia, India, Pakistan, dan Singapura. Yalamlam terletak di selatan Mekah dan menjadi titik ihram yang umum dilalui jemaah via udara.

Bagi Jemaah dari Indonesia : Biasanya menggunakan Yalamlam sebagai tempat niat ihram saat berada di pesawat, seringkali dipandu kru kabin sebelum mendarat di Jeddah.

Untuk itu, jemaah yang melintas di atas Ya Lamlam diwajibkan berihram.

Jeddah (Bandara  Internasional King Abdul Aziz (JED)

Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya di

Jakarta tanggal 17 dan 19 Zulqa’idah 1401/16 September 1981, Bandar Udara “King Abdul Aziz” juga sah sebagai Miqat.

Pertimbangannya adalah : melakukan ihram di pesawat sesaat sebelum mendarat di atas koordinat Yalamlam seringkali menyulitkan jemaah dalam jumlah besar, sehingga Bandara Jeddah menjadi alternatif yang lebih memudahkan dan tertib.

 

Boleh melakukan Ihram sebelum Miqat. Bagi yang melakukan

Ihram dari Indonesia hendaknya memelihara kesehatan dan

menjauhi larangan-larangan Ihram.

 

Catatan : Jeddah sebagai miqat makani  haji/umrah di kalangan Ahli Fiqih masih terdapat selisih pendapat.

 

Di samping masalah khilafiyah,  kondisi bandara Jeddah saat musim haji sangat padat dan sibuk, maka akan sangat menyulitkan jemaah jika harus ganti pakaian biasa dengan pakaian ihram di bandara.

 

Sebagai solusinya adalah  : Jemaah Haji Gelombang 2 diwajibkan sudah memakai kain ihram sejak dari Asrama Haji Embarkasi, kemudian saat menjelang melintas di atas Ya Lamlam – dengan panduan kru pesawat – juga dipandu Petugas Kloter untuk membaca niat, dan berlaku larangan ihram.

 

Pengalaman, khusus Petugas Kloter, miqat makani di Bandara Jeddah, seragam sebagai identitas Petugas memudahkan jemaah yang memerlukan pelayanan selama perjalanan di dalam pesawat sampai ketika di bandara. Namun demikian dijumpai juga jemaah haji melakukan hal yang sama.

 

Selesai urusan bagasi, ihram, imigrasi dan lain-lain di Bandara Jeddah jemaah haji gelombang 2 ini menuju hotel di Makkah dengan perjalanan 1-2 jam, masuk kamar dan istirahat secukupnya, dengan tetap menghindari dan menjauhi lararangan saat ber-ihram.

 

Dengan panduan Petugas Kloter seluruh jemaah akan melakukan  tawaf, sa’i dan tahalul di Masjidil Haram. Ini untuk Jemaah yang memilih Jenis Haji Tamattu’, umrah dulu baru haji.

 

Bagi Jemaah yang akan memilih jenis Haji Ifrad dan Haji Qiran, koordinasi dan konsultasi dengan Pertugas Kloter.

 

Setelah selesai ibadah umrah, kegiatan jemaah melaksanakan ibadah di hotel ataupun di Masjidil Haram utuk shalat jamaah dan thawaf sunnah, dan kegiatan lainnya dengan tidak memaksakan diri sampai menjelang dan  fokus pada kegiatan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) adalah fase puncak ibadah haji (8-13 Zulhijah).

 

Kemudian seluruh jemaah haji yang sudah hadir di Makkah, baik dari Jemaah Haji Gelombang 1 dan Jemaah Haji Gelombang 2 dan jemaah haji dari negara-negara lain akan bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan di Arafat, Muzdhalifah dan Mina (8-12/13 Dzulhijjah).

 

Tanggal

Kegiatan/Keterangan

25 Mei 2026

(8 Dzulhijjah 1447 H)

Pemberangkatan Jemaah Haji dari Makkah ke Arafah, berpakaian ihram dan sunnah-sunnahnya.

26 Mei 2026

(9 Dzulhijjah 1447 H)

Wukuf di Arafah

Jemaah Haji Wajib Hadir di Arafah

27 Mei 2026

(10 Dzulhijjah 1447 H)

Idul Adha 1447 Hijriyah

Jemaah Haji Lempar Jumrah Aqobah setelahnya tahallul dan ganti pakaian ihram ke pakaian biasa.

28 Mei 2026

(11 Dzulhijjah 1447 H)

Hari Tasyrik 1

Jemaah Haji lempar jumrah Ula, Wustho dan Aqobah

29 Mei 2026

(12 Dzulhijjah 1447 H)

Hari Tasyrik 2 – Nafar Awwal

Jemaah Haji lempar jumrah Ula, Wustho dan Aqobah, setelahnya bisa langsung ke Makkah untuk thawaf ifadah, sa’i dan tahallul….Ibadah Haji selesai.

30 Mei 2026

(13 Dzulhijjah 1447 H)

Hari Tasyrik 3 – Nafar Tsani

Jemaah Haji lempar jumrah Ula, Wustho dan Aqobah, setelahnya bisa langsung ke Makkah untuk thawaf ifadah, sa’i dan tahallul….Ibadah Haji selesai.

Catatan :

Jemaah Tanazul, perlu koordinasi dan konsultasi dengan Petugas Kloter terkait mabit di mina, lempar jumrah di hari tasyrik, pilihan nafar awwal atau nafar tsani, juga thawaf ifadhah, sa'i sampai tahalul.

 

Setelah proses Ibadah Haji selesai, Jemaah Haji Gelombang 1 bersiap dan menunggu diberangkatkan kembali ke Tanah Air dari Bandara Jeddah, diberangkatkan tanggal 1 – 15 Juni 2026, jemaah haji sebelumnya Tawaf Wada’.

 

Sedangkan Jemaah Haji Gelombang 2 bersiap dan menunggu diberangkatkan ke Madinah untuk shalat arbain di Masjid Nabawi, diberangkatkan mulai tanggal 7 – 21 Juni 2026, sebelumnya Tawaf Wada’ di Masjidil Haram.

 

Selama di Madinah Jemaah Haji Gelombang 2, menerima fasilitas sama dengan Jemaah Haji Gelombang 2, kegiatan shalat arbain, city tour, masuk Raudhah dan lainnya.

 

Setelah hitungan shalat arbain dan kegiatan lain cukup Jemaah Haji Gelombang 2 diberangkatkan ke Tanah Air melalui Bandara Madinah mulai tanggal 16 – 30 Juni 2026.

 

Tidak ada perbedaan dari sisi pelaksanaan ibadah, dan pelayanan kepada jemaah menyangkut akomodasi, konsumsi dan fasilitas lain, hanya teknis pengaturan keberangkatan karena masalah-masalah teknis saja, karena keterbatasan pesawat misalnya.

 

Demikian sekilas uraian tentang teknis keberangkatan jemaah haji Indonesia, Jemaah Haji Gelombang 1 dan Jemaah Haji Gelombang 2 dalam penyelenggaraan haji di Indonesia.

 

Semoga Allah senantiasa memudahkan segala urusan, memberikan kelapangan rezeki, dan melindungi kita semua, sehinga dapat melaksanakan ziarah ke Madinah dan melaksanakan ibadah haji/umrah di Makkah. Aamiin.

[Ambyah]

 

Gambar/foto dari : https://www.madaninews.id/27140/saudi-siapkan-12-000-penerbangan-untuk-jemaah-haji-2026.html

 

 

 

 

 

Cokro15
Chat with us on WhatsApp