Hadiri Muktamar ke-15 di Solo, PDNA Pacitan Kawal Arah Gerak Perempuan Muda
Dokumen-Mu
08 Aug 2026 08:14
•
2 min read
•
50 views
•
By Krisna Astia N
Delegasi PDNA Pacitan pimpinan Diah Wahyuningsih menghadiri Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, 6–8 Agustus 2026. Forum bertema "Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan" ini membahas arah organisasi 2026–2030, yang siap diimplementasikan lewat program adaptif bagi masyarakat Pacitan.

Foto: PDNA Pacitan hadiri Tanwir III dan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.
Surakarta - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Pacitan resmi menerjunkan delegasinya untuk berlaga dalam Tanwir III dan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah. Agenda permusyawaratan tertinggi organisasi perempuan muda Muhammadiyah ini digelar di Surakarta selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026.
Delegasi dari Pacitan dipimpin langsung oleh Ketua PDNA Pacitan Diah Wahyuningsih, didampingi Krisna Astianingrum sebagai Sekretaris dan Ezif Rizqi Imtihana sebagai Wakil Sekretaris. Ketiganya bergabung bersama ribuan kader Nasyiatul Aisyiyah dari seluruh pelosok Tanah Air.
Muktamar edisi ke-15 ini mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Keikutsertaan utusan Pacitan menjadi wujud komitmen nyata dalam memperkuat taji dan peran perempuan muda Islam di panggung nasional.
"Kehadiran kami di forum strategis ini adalah untuk mengawal evaluasi kepemimpinan, merumuskan arah program kerja ke depan, hingga suksesi pemilihan kepemimpinan baru Nasyiatul Aisyiyah periode 2026–2030," ujar Ketua PDNA Pacitan, Diah Wahyuningsih.
Selain padatnya agenda persidangan Muktamar, momen ini dimanfaatkan delegasi Pacitan untuk memperluas jejaring persaudaraan (networking) dan saling tukar pengalaman dengan para kader dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum permusyawaratan ini diharapkan mampu menelurkan gagasan progresif serta rekomendasi taktis di sektor dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Usai merampungkan seluruh rangkaian agenda di Surakarta, PDNA Pacitan menegaskan kesiapannya untuk membawa pulang "oleh-oleh" ideologik dan program kerja dari Muktamar.
"Sepulang dari Solo, kami berkomitmen mengeksekusi dan mengimplementasikan seluruh hasil Muktamar ke dalam program kerja di Kabupaten Pacitan yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal," pungkas Diah. (KAN)
Related Articles
Recent Articles
•
Dua Zona Ini Juga Mematikan! Praktisi Ingatkan Ancaman Sesar Aktif dan Back Arc Thrust Usai Gempa NTT
•
Ancaman Gempa Intraslab Kolombia Mw 7,4 dan Alarm Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana Indonesia
•
Muncul 3 Klaster Gempa di Pulau Jawa, Pegiat Kebencanaan: Momen Bumi Lepas Energi
•
Bersedekah Air Bersih Bersama Lazismu
•
Pakar Geologi ITS Tekankan Pentingnya Mitigasi Sekolah Aman Gempa dan Waspadai 'Kaskade Bencana'
•
Jawa Lagi Dingin-dinginnya, Ini 5 Fakta Fenomena Bediding Menurut BMKG
•
Berangkat Haji, Ikut KBIH atau Tidak?
•
Cetak Pendidik Tangguh Bencana, BPBD Jatim Gelar TOF SPAB untuk Sekolah
•
Lazismu Bersama Masyarakat Antisipasi Krisis Air Bersih
•
Gelar Pelatihan SPAB, Sinergi BBPMP Jatim-BPBD Perkuat Resiliensi Sekolah di Pacitan
Popular Articles
•
Indonesia Siaga, Aksi Bersama Untuk Sesama
•
PW IGABA Jawa Timur Perkuat Kemandirian, Menuju PAUD Aisyiyah Unggul
•
Kegiatan Jemaah Haji Pacitan di Tanah Suci, Sebuah Rekaan Itinerary
•
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dalam Penanggulangan Bencana di Pacitan
•
Kegiatan Jemaah Haji, di Asrama Haji Surabaya