Ekoteologi Muhammadiyah

Terkini 06 Apr 2026 16:54 2 min read 9 views By lazismudaerahpacitan

Share berita ini

Ekoteologi Muhammadiyah
Ekoteologi bertujuan mengubah cara pandang manusia agar lebih bersahabat dengan alam, menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari keimanan dan ibadah.

Adalah Ustadz Zainul Muslimin (Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk periode 2022-2027) menyampaikan materi tentang Ekoteologi  Muhammadiyah dalam acara halalbihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan (4 Maret) yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Cokroaminoto no. 15.

Berikut adalah narasi tentang konsep ekoteologi bagi umat beragama dan Muhammadiyah.

Ekoteologi adalah pendekatan teologis yang memadukan ajaran agama dengan pelestarian alam, menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk menjaga bumi. Ini berfokus pada kasih sayang (Ar-Rahman/Ar-Rahim) terhadap seluruh makhluk dan menolak eksploitasi alam. Muhammadiyah mengimplementasikan ekoteologi melalui konsep "Jihad Ekologi" dan "Islam Berkemajuan" untuk peradaban berkelanjutan. 

Ekoteologi dalam Pandangan Umat Beragama

Kasih Sayang dan Harmoni: Ekoteologi berlandaskan cinta kasih terhadap manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan.

Peran Manusia (Khalifah): Manusia bertanggung jawab secara moral untuk menjaga dan memakmurkan bumi, bukan merusaknya.

Reinterpretasi Ajaran: Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan alam.

Teologi Feminin: Mengedepankan sifat lemah lembut dan kasih sayang, berlawanan dengan teologi yang hanya berfokus pada eksploitasi maskulin. 

Ekoteologi dalam Pandangan Muhammadiyah

Islam Berkemajuan: Alam bukanlah objek eksploitasi, melainkan amanah yang harus dijaga.

Jihad Ekologi: Muhammadiyah menegaskan pentingnya aksi nyata (jihad) dalam penyelamatan lingkungan sebagai bagian dari iman.

Majelis Lingkungan Hidup: Muhammadiyah merumuskan dan mengimplementasikan konsep ekoteologi melalui gerakan konkrit.

Peradaban Berkemajuan: Ekoteologi Islam menjadi fondasi spiritual dalam membangun peradaban yang berwawasan lingkungan dan keberlanjutan. 

Ekoteologi bertujuan mengubah cara pandang manusia agar lebih bersahabat dengan alam, menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari keimanan dan ibadah. 

Dengan demikian sebuah slogan "Kita Rawat Alam, Alam Jaga Kita" menekankan hubungan timbal balik di mana menjaga lingkungan alam, secara langsung mengurangi risiko bencana untuk menjamin keberlangsungan hidup manusia. Ini adalah komitmen spiritual dan tanggung jawab kolektif untuk merawat alam sebagai peninggalan generasi generasi sekarang untuk generasi yang akan datang, bukan sekadar objek eksploitasi tanpa batas.

Bagaimana dengan Muhammadiyah di Pacitan? Mari bersinergi memberi untuk negeri.

[Ambyah]

Cokro15