Haedar Nashir: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Bukan Kepentingan Individu
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir tekankan sifat Persyarikatan sebagai kesatuan, bukan federasi dalam menggerakkan dan memajukan amal usaha.
Hal itu disampaikan Haedar Nashir pada Sabtu (18/4) dalam Halal Bihalal Muhammadiyah Jawa Timur 1447 H di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, di Surabaya.
Sifat Muhammadiyah yang bersyirkah, katanya, menjadi distingsi Muhammadiyah dengan gerakan maupun ormas Islam yang lain. Hal ini menurutnya yang juga sulit ditiru oleh organisasi lain.
“Jadi Muhammadiyah ini organisasi yang wataknya adalah kesatuan. Seperti negara NKRI juga ini paralel. Maka dengan sistem perserikatan kita itu meniscayakan kohesivitas yang kuat, baik antara warga-warga kita, sebagai aktor maupun perlembagaan bagai sistem,” ungkapnya.
Haedar Nashir juga mengapresiasi langkah strategis PWM Jatim untuk mengonsolidasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Langkah menjadi berarti sebab mampu menggerakkan dan menghidupkan gerakan Muhammadiyah merata di Jatim.
Meski demikian, langkah konsolidasi yang diambil ini memiliki tantangan. Namun Haedar percaya PWM Jatim mampu membuktikan, bahwa dengan konsolidasi akan membawa gerakan ini semakin masif dan merata di banyak tempat.
“Jadi coba, harus ada keberanian dari setiap Direktur Rumah Sakit untuk melepas kepentingan-kepentingan masing-masing demi kepentingan persyarikatan,….. Dampaknya dahsyat nanti. Bukan hanya Jawa Timur nanti, nasional. Bukan hanya Sepanjang, tapi se-Jawa Timur,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWM Jatim, Sukadiono menjelaskan, konsolidasi potensi AUM sudah dilakukan PWM Jatim, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Di Jatim, konsolidasi dilakukan dengan inovatif dan imajinatif untuk maju.
“Saya melihat banyak PDM alhamdulillah dengan mimpi-mimpi besarnya sudah bisa memulai untuk membangun amal usaha khususnya di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Pihaknya mendorong, PDM yang sudah memiliki AUM Kesehatan maju untuk mendampingi daerah lain. Sehingga terjadi akselerasi pembangunan di daerah tersebut, serta memberi manfaat kepada masyarakat semakin banyak.
“Jadi ini artinya sebenarnya ada dari amal usaha bidang kesehatan rumah sakit yang siap sebenarnya untuk ekspansi ke daerah-daerah yang mungkin selama ini belum punya amal usaha bidang kesehatan,” katanya.
Turut hadir di acara ini Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Penasehat Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, seluruh PDM se Jatim, dan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat wilayah Jawa Timur.
Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/04/haedar-nashir-kekuatan-muhammadiyah-ada-pada-kesatuan-bukan-kepentingan-individu/
Related Articles