Lima Pelajaran Utama Ramadhan Paska Idul Fitri, Materi Pengajian Kamis Sore di GDM

Dakwah-Mu 09 Apr 2026 19:40 3 min read 66 views By Ambyah

Share berita ini

Lima Pelajaran Utama Ramadhan Paska Idul Fitri, Materi Pengajian Kamis Sore di GDM
Idul Fitri bukan seperti turnamen yang kemenangannya harus dirayakan dengan euforia dan penuh kebanggaan. Kemenangan Idul Fitri adalah umat Islam berhasil meraih kematangan spiritual dan sosial setelah satu bulan penuh dididik di madrasah Ramadhan.

Menjelang akhir bulan Syawal 1447 H ini, alangkah baiknya kita memotivasi diri kita sendiri tentang kegiatan-kegiatan ibadah kita selama bulan Ramadhan. Kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan merupakan pelajaran utama untuk kita laksanakan di waktu berikutnya. Materi pokok inilah yang disampaikan Dr. Sarifan Nurjan, MA. (Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 09/04/2026).

Pengajian Kamis Sore sudah berjalan kurang lebih 4 tahun, secara konsisten dilaksanakan setiap pekannya mulai pukul 16.00 - 17.00 WIB. Pengajian dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Cokroaminoto no. 15 (Cokro 15) Pacitan. Setiap pekannya Pengajian Kamis Sore ini dihadiri jemaah dengan jumlah berkisar 200-an jamaah, tidak hanya dari warga Muhammadiyah tapi juga warga masyarakat lainnya, karena memang pengajian Kamis Sore ini bersifat umum. 

Selama satu jam Ustadz Syarifan Nurjan, menyampaikan pokok-pokok Pelajaran Utama Ramadhan Pasca Idul Fitri (Hari Kemenangan). Hal ini penting sebagai motivasi diri untuk terus konsisten melaksanakan ibadah sebagaimana di bulan Ramadhan.

Mengawali uraiannya Ustadz Syarifan Nurjan menguraikan istilah dan uraian kata idul fitri yaitu : "Id artinya kembali , fitri memiliki tiga tujuan, sesuai dengan unsur manusia, Idul fitri tujuan ke jasad/badan, artinya kembali makan dan minum, disunnahkan makan atau minum pada tanggal 1 syawwal. Idul fitri tujuan nafs/jiwa, artinya kembali bersih jiwanya, sebagaimana teori tabularasa /lembaran kosong. sedangkan yang terakhir bahwa Idul fitri tujuan ruh, artinya kembali suci, bahwa sifat ruh adalah fitrah, yaitu suci."

Lima pelajaran utama yang disampaikan dan diuraikan oleh Ustadz Syarifan Nurjan adalah :

  1. Keikhlasan meningkat
    Puasa melahirkan perilaku ikhlas yang tinggi dalam diri seorang hamba. Bahwa sungguh hidupnya, ibadahnya, segala pengorbanannya dan bahkan matinya hanya untuk Allah semata. 
  2. Muraqabatullah (perasaan dipantau Allah)
    Muraqabah adalah kesadaran seseorang bahwa dia selalu ada dalam pengawasaan Allah SWT.  Kesadaran itu lahir dari keimanannya bahwa Allah SWT dengan sifat: “ilm, bashar dan sam’ (mengetahui, melihat dan mendengar).
  3. Kepedulian sosial
    Puasa adalah "riyadhah mubasyarah" (latihan langsung) untuk merasakan kepedihan dan rintihan mereka yang kurang beruntung. Lapar, dahaga, dan bahkan kurang tidur, semua itu melatih diri untuk menumbuhkan rasa kepedualian terhadap berbagai ketidak beruntungan hidup.
  4. Keseimbangan hidup
    Puasa Ramadhan melahirkan perilaku hidup yang ber-tawazun (balance of life), dan itu sebagai ciri khas Nabi Muhammad saw dan umat yang bersama beliau, sebagaimana diabadikan dalam al-Qur’an, QS. Al-Baqarah: 143:
    وكذالك جعلناكم أمة وسطا لتكونوا شهداء للناس ويكون الرسول عليكم شهيدا 
    Dan demikian pula Kami (Allah) telah jadikan kamu (dan umatmu) umat berkeseimbangan (adil dan pilihan), agar kamu menjadi saksi (contoh) atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul menjadi saksi (contoh) atas (perbuatan) kamu.  
  5. Sukses dengan lailatul qodar, apa ma’na lailah al-qadar? – malam kekuatan, malam ketentuan, malam kemuliaan, dan lainnya. 
    QS. Al-Qadar mengurai makna lailah al-qadar (mean of power) yaitu al-Qur’an. Umat Islam kembali melakukan "empowering (memberdayakan)" dengan kekuatan al-Qur'an. Kita maju, kuat dengan al-Qur'an. 
    Umat ini hanya bisa maju, sukses, bahagia dengan petunjuk Allah SWT. Sebaliknya, umat ini tidak akan pernah maju, sukses, bahagia dengan mengabaikan al-Qur’an.

Pengajian Kamis Sore ini dikoordinir oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan. Beberapa pengisi/pemateri pengajian ini antara lain : Ustadz Juhdi Mubarok, Ustadz Hari Trisdianto, Ustadz Yusuf Helmi Ahmad, Lc., Ustadz Abdullah Ar Rasyid, dan lain-lain.

Semoga Allah mudahkan kita mendatangi majelis ilmu.....Aamiin.

[Ambyah].

Materi Pengajian Kamir Sore, klik di sini.

Cokro15