PPTQ Ahmad Dahlan Pacitan Gelar Halal Bihalal Bersama Wali Santri

AUM-Mu 12 Apr 2026 11:22 2 min read 38 views By Heru Prasetyo

Share berita ini

PPTQ Ahmad Dahlan Pacitan Gelar Halal Bihalal Bersama Wali Santri
Halalbihalal menurut Muhammadiyah adalah tradisi baik untuk silaturahmi dan memaafkan (mencairkan kekusutan sosial) pasca-Ramadan, yang berakar sejak 1924 di Suara Muhammadiyah. Ini merupakan aktualisasi ajaran Islam, bukan bid'ah, yang bertujuan meluruhkan dosa sosial, mempererat persaudaraan, dan menciptakan keharmonisan melalui pertemuan langsung atau media digital.

PPTQ Ahmad Dahlan Pacitan menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama wali santri serta para santriwan dan santriwati pada hari Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga kurang lebih pukul 14.30 WIB dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antara pihak pesantren, wali santri, serta para santri. Suasana hangat dan kekeluargaan sangat terasa, sebagaimana tampak dalam kebersamaan para peserta yang hadir memenuhi ruangan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian penampilan dari santri putri berupa tasmi’ Juz 4 yang dibacakan secara bergiliran. Penampilan ini menjadi salah satu momen yang menginspirasi dan menunjukkan hasil pembelajaran para santri.

Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan dari Mudir PPTQ Ahmad Dahlan Pacitan, Ust. Sodiqin Amin, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara pesantren dan wali santri dalam mendidik generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Ust. Juhdi Mubarok dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pacitan. Dalam penyampaiannya, beliau menguraikan tentang asal-usul Halal Bihalal, baik dari sisi bahasa maupun adat istiadat yang telah masyhur di tengah masyarakat Indonesia sebagai tradisi silaturahmi pasca Idul Fitri. Beliau juga menyinggung tentang tantangan dalam mendidik anak, yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, serta kerja sama antara orang tua dan lembaga pendidikan. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, namun juga pembentukan karakter dan akhlak.

Di akhir tausiyahnya, Ust. Juhdi Mubarok menyampaikan amalan-amalan utama yang menjadi jalan menuju surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi ﷺ, yaitu:
1. Beribadah kepada Allah dan tidak    menyekutukan-Nya
2. Mendirikan salat wajib
3. Menunaikan zakat
4. Berpuasa di bulan Ramadan
Beliau juga mengutip sabda Nabi ﷺ tentang seorang laki-laki yang berpegang teguh pada amalan tersebut, lalu Rasulullah bersabda bahwa orang tersebut termasuk penghuni surga.

Kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pesantren dan wali santri, serta menjadi sarana meningkatkan semangat dalam mendidik generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Semoga kebersamaan ini senantiasa diberkahi dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Aamiin.

[Heru Prasetyo]

Cokro15